Live is Adventure
Minggu, 11 November 2012
bilangan
BILANGAN ASLI
Dalam matematika,
terdapat dua kesepakatan mengenai himpunan bilangan asli. Yang pertama
definisi menurut matematikawan tradisional, yaitu himpunan bilangan bulat positif yang
bukan nol {1, 2, 3, 4, ...}. Sedangkan yang kedua definisi oleh logikawan dan
ilmuwan komputer, adalah himpunan nol dan
bilangan bulat positif
10
angka pertama adalah (1,2,3,4,5,6,7,8,9,10)
BILANGAN CACAH
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang tidak
negatif, yaitu {0, 1, 2, 3 ...}. Dengan kata lain himpunan bilangan asli ditambah 0.Jadi, bilangan cacah harus bertanda positif10 angka pertama bilangan cacah adalah (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9)
BILANGAN GENAP
Bilangan yang terdiri dari angka yang genap contoh (2,4,6) dan itu bilangan itu juga terdiri bilanagan asli di mulai dari angka 2 setelah tu di tambah 2
10 angka pertama bilngan genap (2,4,6,8,10,12,14,16,18,20)
BILANGAN GANJIL
Bilangan yang terdiri dari bilangan ganjil contoh (1,3,5) dan bilangan iu terdiri dari bilangan asli dan di mulai dari anka 1 setelah itu di tambah 2
10 angka pertama bilangan ganjil (1,3,5,7,9,11,13,15,17,19)
BILANGAN PRIMA
Merupakan bilangan asli yang
hanya dapat dibagi oleh bilangan itu sendiri dan satu, jadi bisa dikatakan
bilangan prima hanya mempunyai 2 faktor, misalnya : 2,3,5,7,11,…..
10 angka pertama bilangan prima adalah(1,3,5,7,11,13,17,19,23,29)
BILANGAN KOMPOSIT
Bilangan komposit adalah bilangan asli lebih besar
dari 1 yang bukan merupakan bilangan prima. Bilangan
komposit dapat dinyatakan sebagai faktorisasi bilangan bulat,
atau hasil perkalian dua bilangan prima atau lebih. Sepuluh bilangan komposit
yang pertama adalah . Atau bisa juga disebut bilangan yang mempunyai faktor
lebih dari dua.
10 angka pertama
bilanagan komposit 4, 6, 8, 9, 10,
12, 14, 15, 16, dan 18
BILANGAN PERSEGI
bilangan
persegi: 1, 4, 9, 16, 25, 36, 49, ….
Mengapa disebut pola bilangan persegi? Perhatikan pola bilangan pada gambar berikut.
Mengapa disebut pola bilangan persegi? Perhatikan pola bilangan pada gambar berikut.
Ternyata
banyaknya titik yang membentuk barisan persegi tersebut sama dengan cara
mencari luas sebuah persegi, yaitu sisi x sisi. Maka untuk bilangan kesembilan
dari pola tersebut adalah 81, didapat dari 9 x 9 = 81.
Jadi, rumus untuk mencari bilangan ke-n dari
pola bilangan persegi adalah
rumus bilangan persegi adalah N x N = N2
10
angka pertama pada bilangan persegi (1,4,9,16,25,36,49,64,64,100)
BILANGAN
SEGITIGA
Kenapa sih disebut pola bilangan segitiga? Hmmm, kenapa yah? coba dech perhatikan kalo bilangan diatas disusun akan menjadi seperti ini:
Pola
bilangan tersebut dapat disusun dari barisan bilangan berikut:
Jadi, rumus untuk mencari bilangan ke-n
dari pola bilangan segitiga adalah
1/2 n(n + 1)
10 angka pertama bilangan
segitiga adalah (1,3,6,10,15,21,28,36,45,55)Selesai pak !!!!!!!!!!!!!!!!!
Jumat, 09 November 2012
TRANSFORMASI
TRANSFORMASI
Sifat - sifat dari masing" bab pada transformasi• TRANSLASI (Pergeseran sejajar)
Sifat
• Dua buah translasi berturut-turut (a) diteruskan dengan (b) dapat digantikan dengan (c) translasi tunggal (a + c) (d) (b + d) • Pada suatu translasi setiap bangunnya tidak berubah.
• REFLEKSI (Pencerminan terhadap garis)
SIFAT-SIFAT Ket. : Ciri khas suatu matriks Refleksi adalah determinannya = -1
a. Dua refleksi berturut-turut terhadap sebuah garis merupakan suatu identitas, artinya yang direfleksikan tidak berpindah.
b. Pengerjaan dua refleksi terhadap dua sumbu yang sejajar, menghasilkan translasi (pergeseran) dengan sifat: o Jarak bangun asli dengan bangun hasil sama dengan dua kali jarak kedua sumbu pencerminan. o Arah translasi tegak lurus pada kedua sumbu sejajar, dari sumbu pertama ke sumbu kedua. Refleksi terhadap dua sumbu sejajar bersifat tidak komutatip.
c. Pengerjaaan dua refleksi terhadap dua sumbu yang saling tegak lurus, menghasilkaan rotasi (pemutaran) setengah lingkaran terhadap titik potong dari kedua sumbu pencerminan. Refleksi terhadap dua sumbu yang saling tegak lures bersifat komutatif.
d. Pengerjaan dua refleksi berurutan terhadap dua sumbu yang berpotongan akan menghasilkan rotasi (perputaran) yang bersifat: o Titik potong kedua sumbu pencerminan merupakan pusat perputaran. o Besar sudut perputaran sama dengan dua kali sudut antara kedua sumbu pencerminan. o Arah perputaran sama dengan arah dari sumbu pertama ke sumbu kedua.
• ROTASI (Perputaran dengan pusat 0)
SIFAT-SIFAT Ket.: Ciri khas suatu matriks Rotasi adalah determinannya = 1
a. Dua rotasi bertumt-turut mempakan rotasi lagi dengan sudut putar dsama dengan jumlah kedua sudut putar semula.
b. Pada suatu rotasi, setiap bangun tidak berubah bentuknya. Catatan: Pada transformasi pergeseran (translasi), pencerminan (refleksi) dan perputaran (rotasi), tampak bahwa bentuk bayangan sama dan sebangun (kongruen) dengan bentuk aslinya. Transformasi jenis ini disebut transformasi isometri.
• DILATASI (Perbesaran terhadap pusat 0)
Ket.: (0, k) merupakan perbesaran atau pengecilan dengan tergantung dari nilai k. Jika A' adalah peta dari A, maka untuk:
a. k > 1 -> A' terletak pada perpanjangan OA
b. 0 < k < 1 -> A' terletak di antara O dan A
c. k > 0 -> A' terletak pada perpanjangan AO
Sifat :
• berdasarkan atas faktor skala yang disimbolkan dengan "k" • apabila k : -1 < k< 0 maka garis tersebut di perkecil dengan arah berlawanan • apabila k : k < -1 maka garis tersebut diperbesar dengan arah berlawanan • apabila k bernilai + maka garis tersebut diperbesar searah •
Rabu, 07 November 2012
10 Macam BILANGAN REAL(asli)
#BILANGAN ASLI
Contoh :
{4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15, 16, 18, …}
x2 + 1 = 0
atau secara ekuivalen
x2 = -1
atau juga sering dituliskan sebagai
x = √-1
Bilangan asli adalah himpunan bilangan bulat positif yang bukan nol. Nama lain dari bilangan ini adalah bilangan hitung atau bilangan yang bernilai positif (integer positif).
Contoh :
{1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, ...}
#BILANGAN CACAH
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan asli ditambah dengan nol.
Contoh :
{0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, ...}
#BILANGAN NEGATIF
Bilangan negatif (integer
negatif) adalah bilangan yang lebih kecil/ kurang dari nol. Atau juga
bisa dikatakan bilangan yang letaknya disebelah kiri nol pada garis
bilangan.
Contoh :
{-1, -2, -3, -4, -5, -6, -7, -8, -9, ...}
#BILANGAN BULAT
Bilangan bulat merupakan bilangan yang terdiri dari bilangan asli, bilangan nol dan bilangan negatif.
Contoh :
{-4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, ...}
#BILANGAN PRIMA
Bilangan prima adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang faktor pembaginya adalah 1 dan bilangan itu sendiri.
Contoh :
{2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, ...}
#BILANGAN KOMPOSIT
Bilangan
komposit adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang bukan merupakan
bilangan prima. Bilangan komposit dapat dinyatakan sebagai faktorisasi
bilangan bulat, atau hasil perkalian dua bilangan prima atau lebih. Atau
bisa juga disebut bilangan yang mempunyai faktor lebih dari dua.Contoh :
{4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15, 16, 18, …}
#BILANGAN KOMPLEKS
Bilangan kompleks adalah suatu bilangan yang merupakan penjumlahan antara bilangan real dan bilangan imajiner atau bilangan yang berbentuk a + bi. Dimana a dan b adalah bilangan real, dan i adalah bilangan imajiner tertentu. Bilangan real a disebut juga bagian real dari bilangan kompleks, dan bilangan real b disebut bagian imajiner. Jika pada suatu bilangan kompleks, nilai b adalah 0, maka bilangan kompleks tersebut menjadi sama dengan bilangan real a.
Contoh :
{3 + 2i}
#BILANGAN IMAJINER
Bilangan imajiner adalah bilangan yang mempunyai sifat i2 = −1. Bilangan ini merupakan bagian dari bilangan kompleks. Secara definisi, bilangan imajiner i ini diperoleh dari penyelesaian persamaan kuadratik : x2 + 1 = 0
atau secara ekuivalen
x2 = -1
atau juga sering dituliskan sebagai
x = √-1
#BILANGAN REAL
Bilangan real atau bilangan riil menyatakan bilangan yang dapat dituliskan dalam bentuk decimal, seperti 2,86547… atau 3.328184. Dalam
notasi penulisan bahasa Indonesia, bilangan desimal adalah bilangan
yang memiliki angka di belakang koma “,” sedangkan menurut notasi
ilmiah, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang
tanda titik “.”. Bilangan real meliputi bilangan rasional, seperti 42 dan −23/129, dan bilangan irrasional, seperti π dan √2, dan dapat direpresentasikan sebagai salah satu titik dalam garis bilangan.
Himpunan semua bilangan riil dalam matematika dilambangkan dengan R (berasal dari kata “real”).
#BILANGAN IRRASIONAL
Bilangan
irrasional merupakan bilangan real yang tidak bisa dibagi atau lebih
tepatnya hasil baginya tidak pernah berhenti. Sehingga tidak bisa
dinyatakan a/b.
Contoh :
π = 3,141592653358……..
√2 = 1,4142135623……..
e = 2,71828281284590…….
Ciri-ciri transformasi
Ciri-ciri Trasnsformasi
Transformasi
adalah suatu perpindaban/perubaban.
TRANSLASI (Pergeseran sejajar)
Sifat:
REFLEKSI
(Pencerminan terhadap garis)
Ket. : Ciri khas suatu matriks Refleksi adalah determinannya = -1
SIFAT-SIFAT
ROTASI
(Perputaran dengan pusat 0)
Ket.: Ciri khas suatu matriks Rotasi adalah determinannya = 1
SIFAT-SIFAT
DILATASI
(Perbesaran terhadap pusat 0)
Ket.:
(0, k) merupakan perbesaran atau pengecilan dengan tergantung dari nilai k.
Jika A' adalah peta dari A, maka untuk:
a. k > 1 ® A' terletak pada perpanjangan OA
b. 0 < k < 1 ® A' terletak di antara O dan A
c. k > 0 ® A' terletak pada perpanjangan AO
TRANSFORMASI
LINIER
Ditentukan oleh matriks éa bù
ëc dû
é x'
ù
= é
a b ù
é
x
ù
ë y' û
ë
c d û ë
y û
é x
ù
= 1
é
a -b ù
é x'
ù
ë y û ad - bc ë -c d û ë y' û
Prinsipnya adalah mencari matriks invers dari matriks transformasi yang diketahui.
Matriks
|
Perubahan
|
Perubahan
|
é
a
ù
ë b |
(x,y)
® (x+a, y+b)
|
F(x,y)
= 0 ® (x-a, y-b) = 0
|
Ket
:
x' = x + a ® x = x' - a y' = y + b ® y = y' -b |
||
- Dua buah translasi berturut-turut é
a ù diteruskan
dengan
ë b û
dapat digantikan dengan é c ù translasi tunggal é a + cù
ë d û
ë b + d û
-
Pada suatu translasi setiap bangunnya tidak berubah.
Pencerminan
terhadap
|
Matriks
|
Perubahan
Titik
|
Perubahan
fungsi
|
sumbu-x
|
é
1
-0 ù
ë 0 -1 |
(x,y)
® (x,-y)
|
F(x,y)
= 0 ® F(x,-y) = 0
|
sumbu
-y
|
é
-1 0 ù
ë -0 1 û |
(x,y)
® (-x,y)
|
F(x,y)
= 0 ® F(-x,y) = 0
|
garis
y = x
|
é
0
1 ù
ë 1 0 |
(x,y)
® (y,x)
|
F(x,y)
= 0 ® F(y,x) = 0
|
garis
y = -x
|
é
-0 -1
ù
ë -1 -0 û |
(x,y)
® (-y,-x)
|
F(x,y)
= 0 ® F(-y,-x)= 0
|
Ket. : Ciri khas suatu matriks Refleksi adalah determinannya = -1
SIFAT-SIFAT
- Dua refleksi berturut-turut terhadap sebuah garis merupakan
suatu identitas,
artinya yang direfleksikan tidak berpindah.
-
Pengerjaan dua refleksi terhadap
dua sumbu yang sejajar, menghasilkan translasi
(pergeseran) dengan sifat:
- Jarak bangun asli dengan bangun hasil sama dengan dua kali jarak kedua sumbu pencerminan.
- Arah translasi tegak lurus pada kedua sumbu sejajar, dari
sumbu pertama ke sumbu kedua. Refleksi terhadap dua
sumbu sejajar bersifat tidak
komutatip.
- Pengerjaaan
dua refleksi terhadap
dua sumbu yang saling tegak lurus,
menghasilkaan rotasi (pemutaran) setengah
lingkaran terhadap titik potong dari kedua sumbu pencerminan.
Refleksi
terhadap dua sumbu yang saling tegak lures bersifat komutatif.
- Pengerjaan
dua refleksi berurutan terhadap
dua sumbu yang berpotongan
akan menghasilkan rotasi (perputaran) yang bersifat:
- Titik potong kedua sumbu pencerminan merupakan pusat perputaran.
- Besar sudut perputaran sama dengan dua kali sudut antara kedua sumbu pencerminan.
- Arah
perputaran sama dengan arah dari sumbu pertama ke sumbu
kedua.
rotasi
|
matriks
|
perubahan
titik
|
perubahan
fungsi
|
½
p
|
é0
-1ù
ë1 -0 û |
(x,y)
® (-y,x)
|
F(x,y)
= 0 ® F(y,-x) = 0
|
p
|
é-1
0ù
ë1 -1 û |
(x,y)
® (-x,-y)
|
F(x,y)
= 0 ® F(-x,-y) = 0
|
3/2
p
|
é0
-1ù
ë-1 0 û |
(x,y)
® (y,-x)
|
F(x,y)
= 0 ® F(-y,x) = 0
|
q
|
écosq
-sinq ù ësinq cosq û |
(x,y)
® (x cos
q - y sinq, x sin q
+ y cos q)
F(x,y) = 0 ® F(x cos q + y sin q, -x sin q + y cos q) = 0 |
|
Ket.: Ciri khas suatu matriks Rotasi adalah determinannya = 1
SIFAT-SIFAT
- Dua
rotasi bertumt-turut mempakan rotasi lagi dengan sudut putar
dsama dengan jumlah kedua sudut
putar semula.
-
Pada suatu rotasi, setiap bangun tidak berubah bentuknya.
Catatan:
Pada transformasi pergeseran (translasi), pencerminan (refleksi) dan perputaran (rotasi), tampak bahwa bentuk bayangan sama dan sebangun (kongruen) dengan bentuk aslinya. Transformasi jenis ini disebut transformasi isometri.
Dilatasi
|
Matriks
|
Perubahan
titik
|
Perubahan
fungsi
|
(0,k)
|
ék
0ù
ë0 kû |
(x,y)®(kx,ky)
|
F(x,y)=0®F(x/k,y/k)
|
Ket.:
(0, k) merupakan perbesaran atau pengecilan dengan tergantung dari nilai k.
Jika A' adalah peta dari A, maka untuk:
a. k > 1 ® A' terletak pada perpanjangan OA
b. 0 < k < 1 ® A' terletak di antara O dan A
c. k > 0 ® A' terletak pada perpanjangan AO
Ditentukan oleh matriks éa bù
ëc dû
é x'
ë y' û
é x
ë y û ad - bc ë -c d û ë y' û
Perubahan
Titik
|
Perubahan
Fungsi
|
(x,y)®(ax+by,
cx+dy)
|
F(x,y)=0
® édx
- by , -cx + ay ù
ëad - bc ad - bc |
Prinsipnya adalah mencari matriks invers dari matriks transformasi yang diketahui.
Langganan:
Komentar (Atom)